ingin dan mau

berapa banyak dari kita yang berhasil membedakan antara ingin dan mau, atau ingin dan butuh? saya termasuk orang yang paling susah membedakannya, meskipun bila saya memikirkannya dalam waktu yang cukup, saya bisa menemukan banyak sekali perbedaannya.

bahasa inggrisnya kan wish and want atau want and need. ada yang kita inginkan tapi  tidak kita butuhkan, ada yang kita mau tapi tidak kita inginkan ada yang kita inginkan tapi kita tidak mau atau ada yang kita butuhkan tapi kita tidak inginkan. puyeng dah… kenapa bisa begitu?

judulnya aja manusia, friends. wajar lah kalau banyak mau dan inginnya sampai tidak bisa mengidentifikasi butuh atau tidaknya. kadang perlu waktu lama untuk menyadari bahwa yang kita inginkan bukanlah sesuatu yang kita butuhkan. namun sangat besar kemungkinan kita bisa melakukan modifikasi terhadap keinginan dengan kebutuhan. paling gampang prakteknya ya pada benda-benda yang bisa dibuat dengan kreatifitas tinggi.

soal yang begini, saya dan jenderal punya perbedaan yang luar biasa, namun selalu bisa dikombinasikan apabila salah satu dari kami mengalah atau berusaha menemukan jalan tengah. misalnya begini, saya adalah orang yang bisa dikatakan sangat skeptis. tidak akan membeli atau mencari sesuatu yang gunanya untuk pajangan atau sekedar dinikmati indahnya. bagi saya, semua yang ada disekitar saya itu haruslah berfungsi ganda. untuk tanaman, saya lebih suka yang berbuah atau paling tidak daunnya bisa saya konsumsi sehari-hari atau untuk keperluan obat (herbal). sedangkan jendral lebih sering melihat nilai estetisnya, indah kalau sudah berbunga atau keren bila berbaur dengan tanaman lain. maka dari itu, kami pun melakukan beberapa modifikasi agar tidak saling kecewa.

yang paling repot itu bila berkaitan dengan rumah, saya ingin semuanya bersih dan rapi setiap kali saya lihat, sedangkan jendral tidak begitu peduli hal yang begitu, akibatnya saya lebih sering terlihat sibuk dengan kegiatan bersih-bersih sementara jendral butuh saya selalu didekatnya meskipun cuma duduk sambil maen game di gadget saya. well… saya sering mengalah meskipun pikiran saya terus menerus pada yang belum bersih dan rapi tadi, hehehehe.

saya menemukan satu hal yang sama-sama kami inginkan meskipun bisa jadi tidak kami butuhkan yaitu, ingin punya sawah!

 

 

Advertisements

sampai dilantiknya komisioner baru!

Komisioner KIA mendapatkan surat keputusan gubernur pada saat sebuah proses mediasi nyaris ditunda karena berakhirnya masa jabatan Komisioner berdasarkan Undang undang Keterbukaan Informasi Publik dan SK Penetapan KIA 2012-2016. wajah-wajah lega sekaligus tertekan muncul bersamaan. kok bisa?

yang lega karena semua proses penyelesaian sengketa melalui mediasi dan ajudikasi non litigasi harus diselesaikan segera. yang berwajah tertekan adalah komisioner yang ikut seleksi untuk periode berikutnya belum dapat kepastian kapan kiranya fit and proper test bisa dilaksanakan sedangkan gubernur sama sekali belum mengirimkan nama-nama yang sudah diumumkan kepada publik oleh panitia seleksi kepada Komisi I DPR Aceh.

saya juga berwajah tertekan selaku satu-satunya komisioner yang ingin segera melepas jabatan dan tidak tertarik untuk mendaftar ulang dan ikut seleksi lagi. saya benar-benar ingin menarik diri dari hingar bingar dunia kerja dan aktifitas sebagai pegiat LSM.  SK perpanjangan itu menetapkan bahwa masa jabatan akan berakhir pada saat dilantiknya Komisioner KIA periode 2016-2020. belum tahu kapan itu akan terjadi, namun tentu saja semua orang berharap bisa terjadi paling telat pada bulan september 2016 mendatang.

saya begitu ingin pensiun walaupun saya tidak tahu apa yang saya lakukan apabila saya tidak bekerja dan tidak punya penghasilan, sedangkan suami saya senang-senang saja bisa menghabiskan waktu lebih banyak bersama saya dan daud. saya pikir, saya seharusnya bahagia punya waktu beberapa bulan untuk bersiap menghadapi situasi kehidupan baru yang tenang dan menyenangkan bersama suami saya.

selama ini pun kami berdua menikmati benar santainya suasana berdua saja. berkebun, mencari pupuk kandang untuk tanaman atau bahu membahu membersihkan rumah serta berdiskusi tentang masakan yang bisa diolah dengan bahan terbatas. well… saya masih punya 2 kasus yang harus saya selesaikan segera di KIA, ditambah dengan sebuah laporan akhir periode yang deadlinenya harus segera saya penuhi.

diantara ketidak sabaran untuk segera pensiun, saya menemukan sesuatu bahwa bekerja itu adalah saat yang paling menyenangkan untuk diri saya sendiri karena bisa menjauh sebentar dari piring kotor dan kompor. hahaha… saya lebih suka nongkrongin laptop dan pergi diskusi daripada harus belanja dan masak. masih ada waktu untuk menyesuaikan antara keduanya selama beberapa waktu ini. Insya Allah, semua bisa saya hadapi