Wah… kaget!!

Ba’da shalat asar… dapat kabar dari wakil ketua, anggaran KIA tahun 2016 hanya Rp. 100 Juta saja. waaaahhh…. bisa begitu??

pada panik, tapi kok bisa aku santai aja? apa karena sudah tidak berniat meneruskan di KIA untuk periode kedepan? well… tentu saja itu tidak ada hubungannya kan? sebab yang dibicarakan disini adalah Anggaran tahunan KIA, artinya bukan cuma buat GAJI komisioner dan Staff, tetapi juga rangkaian kegiatan penyelesaian sengketa informasi publik serta evaluasi badan publik tahunan dunk.

tapi.. kok bisa kepala dinasnya bersikap begitu yaa?

memangnya ada dugaan korupsi dan penyia-nyiaan anggaran negara disitu? gila aja… 47T anggaran untuk Aceh tahun 2016, peringkat 1 keterbukaan informasi publik nasional, anggaran buat KIA cuma 100 juta? pengen ngakak… ngga bisa, pengen marah ngga bisa.. cuma bingung aja, kok bisa yaa orang melakukan itu? karena ini hari senin dan sedang puasa pula.. maka aku lebih mudah mengendalikan diri.

salut buat ketua dan wakil ketua yang sedang berupaya keras diam-diam menanggung persoalan dalam kapasitasnya untuk menghindari nada tinggi para komisioner yang lain. aku jadi ikutan tenang, karena semua ini benar-benar mengagetkan. aku bisa lihat ketua mengalami distraksi fokus. seharusnya beliau menyelesaikan kata pengantar untuk buku saku yang akan dicetak hari ini, namun.. terpaksa dia melimpahkan pekerjaan tersebut padaku. dan tengok apa kerjaku? ngeblog… hahaha

December

20150907_125431

me and sisterhood camerad

Seperti biasa…akhir tahun adalah saat yang sangat sibuk buat KIA dan terutama tahun ini buatku juga. kenapa? urusan kantor sudah pasti.. utang laporan tahunan dan juga beberapa proyek pribadi dengan kluarga ikut serta didalamnya. namun yang paling bikin sibuk adalah persiapan kawin.

kok persiapan kawin bikin sibuk lebih dari biasanya? sebab aku menghandle sendiri segala sesuatunya yang terkait dengan anggaran. yup.. aku tidak ingin membebani keluargaku dengan anggaran yang besar untuk sebuah acara syukuran pernikahan. makanya aku usahakan untuk memaksimalkan anggaran yang aku punya disertai dengan upaya untuk mewujudkan janjiku pada kedua orang tua untuk mengirim mereka medical check up ke luar negeri (malaysia saja).

sudah sempat diskusi dengan jendralku tentang acara syukuran itu, namun ternyata memang sampai saat ini masalah financial itu belum teratasi. aku cemas? seharusnya tidak. Insya Allah, aku masih punya beberapa sumber untuk mengatasi persoalan itu. jendralku sudah mengungkapkan situasinya dengan baik, hanya dibutuhkan kesabaran dan tindakan cepat serta akurat.

hari ini, aku menghubungi yulfan yang akan menjadi pawang EO yang merancang acara syukuran sekedarnya di pantai Lhok Nga pasca ijab kabul. aku akan menseleksi tamu yang kuundang, terbatas pada keluarga dan beberapa teman dekat saja. around 300 guests, low budget harus benar-benar dipertimbangkan.

aku akan tetap stick dengan rencana awal, yaitu sumbangan bibit pohon kelapa untuk warga. sumbangan al qur’an untuk mesjid dan acara makan-makan sederhana tanpa hiburan yang berlebihan. semoga dimudahkan Allah SWT dalam setiap upaya melaksanakan niat ini, aamiin

My newborn Nephew

Kedua Orang tuanya memanggilnya Kenzi sejak masih di dalam kandungan, sedangkan aku langsung memanggilnya Ayyub setelah dia dibawa keluar dari ruang operasi oleh perawat. suka tak suka, mau tak mau.. aku pasti akan terus memanggilnya ayyub. aku mengagumi kesabaran sang nabi, aku juga berharap keponakan nomor 9 ku ini mewarisi kesabaran dan ketaatan yang sama.

Ayyub aka Kenzi adalah bayi mungil yang mengagumkan. lahir pada pukul 15.30 WIB, namun hingga pukul 22.00 WIB dia belum bertemu ibunya, belum pula mendapat asupan minuman atau makanan apapun. pun begitu, dia tampak tenang dan nyaman saja. tidak terdengar suara kerasnya protes atau menangis. bahkan ketika aku berusaha memaksanya untuk minum sedikitpun.. dia tampak tenang saja.

Kenzi aka Ayyub yang sabar dan taat ini lahirnya pada hari sabtu, 12 Desember 2015 atau bertepatan pula dengan 1 Rabi’ul awal 1437 H. matahari sudah tergelincir saat itu yang menandakan berakhirnya 29 safar. bisik-bisik mengatakan bahwa seharusnya dia belum lahir karena akan lebih baik apabila ibunya melahirkan dengan proses alami. namun karena kondisi ibunya kurang percaya diri apabila melahirkan alami yang mungkin akan berakibat pada retina matanya yang minus 5 saat ini. well said, the doctor themselves happy that he’s already set up for delivery just in time.

My dear Kenzi aka Ayyub the patience and obedience one, may Allah loves and protects you through the years till you’re growing up and beyond, aamiin

IMG-20151212-WA0003.jpg

our next January 17th

me and abeeKemarin, 16 Desember 2015, aku masih belum juga bisa mengambil kesimpulan atau menetapkan hati akan mengurus segala dokumen yang diperlukan untuk pernikahanku dengan Jendral dengan serius. Tetapi setelah kedatangan orang tuaku yang sangat sedikit menyinggung persoalan tersebut karena percaya penuh pada keputusan dan rencanaku, maka aku mengikuti saja kehendak hatiku yang membawaku ke Kantor Sekretariat MRB (halamannya sedang dipugar). Langsung menuju lantai 2 dan disambut oleh seorang petugas yang sangat ramah. mungkin heran karena aku datang sendirian, biasanya kan orang datang berpasangan atau bawa walinya… hihihihi.

setelah ngecek jadwal tanggal 16 Januari 2016 dan tidak tersedia, maka aku tanya ke tanggal 17, Alhamdulillah.. available yang jadwal pertama alias paling pagi yaitu jam 08.00 WIB, mau ngakak… apakah aku bisa bangun jam segitu? tapi setelah bertanya pada Jendral, dan dia setuju saja. akhirnya.. jadi juga menikahnya ntar di Mesjid Raya Baiturrahman. Alhamdulillah. pertanyaan berikutnya, nanti mau mendaftarkan ke KUA mana? aku tanya saja sama petugasnya, mana yang lebih baik? disarankan saja ke KUA kec. Baiturrahman. ya sudah, ambil formulir, say thank you and balik kantor.

sampai di kantor, tidak ada aktifitas yang berarti karena orang-orang belum balik dari luar kota dan masih ada kegiatan lain diluar sana. ya sudah, aku ambil saja kesempatan itu untuk nyari KUA sekaligus konsultasi soal prasyarat pengurusan dokumen numpang menikah. Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan aku dapat list dokumen yang harus disiapkan.

then… back home, ngobrol dengan bapak dan mamak, minta tolong pada suci untuk memfotokopi dokumen2 yang aku perlukan agar memudahkan pengurusan dokumen di Lhokseumawe pula. all set up, tinggal nyiapin pasfoto saja. kemarin juga sekalian aku kabarin abee apa-apa yang harus disiapkannya dan kapan dia harus ada di Banda Aceh untuk urusan dokumen dan bimbingan. mudah-mudahan lancar semua, aamiin.

my next concern adalah after ijab kabul di mesjid raya itu, apa yang harus kulakukan? bukankah orang-orang sudah tahu bahwa aku akan mengadakan pesta pantai? sedangkan anggarannya saja aku belum tahu mau ambil darimana, sebab jendral mengaku tidak bisa mensupport kebutuhan pesta pantainya. kecuali aku rela mas kawinnya tidak dipenuhi sekaligus, yang mana bila itu diketahui oleh keluargaku.. akan jadi masalah pula. huuffftt…. masih ada waktu untuk membicarakan dan memikirkannya. sebaiknya diselesaikan satu persatu.. jangan sekaligus kan?

aku optimis, Insya Allah semua akan berjalan sesuai rencana.