setiap hari…

Setiap hari melewati jalan yang sama, belum tentu kita bertemu orang yang sama. melewati jalan yang sama, bila engkau bergerak tidak terlalu kencang dengan motormu atau sepedamu atau kakimu (maaf, ngga nyebutin mobilmu..) maka engkau akan menemukan banyak hal yang baru atau setidaknya sesuatu yang berbeda. seperti yang kutemukan setiap hari dan mengusik pikiranku kemudian.

aku melihat laki-laki yang menjual buah-buahan. tidak setiap hari dia berjualan, namun bisa dikatakan sejak setahun yang lalu, aku sering belanja buah-buahan di gerobaknya (sekarang dia menempati sebuah kios di lokasi paling strategis dikampung bayu). wajahnya serem, tapi suaranya tidak menggelegar bikin kaget. aku melihat kegigihannya berusaha dan salut. dia adalah orang yang tidak berputus asa meskipun jualannya tidak selalu habis terjual. pernah berbulan2 dia tidak kelihatan karena harus mengumpulkan modal dengan bekerja sebagai buruh tani (setidaknya itu yang dia katakan). aku tidak memeriksa kebenarannya lagi sejak aku berhenti jadi jurnalis dan tidak berminat lagi menulis tentang orang-orang.

aku melihat beberapa anak muda dan pria dewasa juga tua duduk santai di beberapa warung kopi pada saat orang-orang pergi ke sawah atau melakukan berbagai masam usaha untuk mencari nafkah. aku tidak terlalu penasaran dengan mereka, sebab bisa jadi mereka punya aktifitas yang berbeda seperti jualan batu giok atau jadi agen apa saja. aku salut pada sejumlah anak muda yang mau menjadi petugas kebersihan (menyapu jalan, mengangkut sampah, dsb). aku juga senang melihat orang muda yang berangkat sekolah.

sering juga, sepanjang perjalanan ke kantor, aku melihat orang-orang yang berangkat kerja naik becak motor yg bentuknya ngga keruan, motor yang sudah butut atau becak dayung yang keropos. tapi aku menangkap semangat dalam setiap wajah. mereka orang-orang hebat yang penuh semangat. aku jadi tidak punya alasan  untuk mengeluh atas apa yang aku miliki.