Mengagumkan…

Punya 8 Keponakan yang berusia antara 12 tahun sampai 7 bulan itu benar-benar mengangumkan. 7 tumbuh besar di rumah yang sama sedangkan yang 1 lagi sesekali bergabung saat sedang mood, tapi selalu mudah beradaptasi. 5 laki-laki, 3 perempuan yang punya keunikan masing-masing.

memperhatikan mereka sejak lahir hingga tumbuh besar, tidak ada yang punya proses belajar yang sama. Ambiya yang paling gede, tumbuh dan belajar segalanya dibawah pengawasan mama-nya sampai hari ini. aku tidak ingat kapan dia belajar jalan sendiri, yang aku ingat saat lahir dia diam tak menangis, kecil dan ringkih.

Adiknya, Gibran (8 tahun) adalah yang paling bikin was was, lahir sangat mungil, tanpa air susu ibu dan tidak bisa merasakan kehangatan pelukan mama karena tidak diijinkan oleh Biya, maka Gibran dibesarkan oleh Nenek, kakek dan adik ayahnya, kakakku yang nomor 2. Gibran tidak pernah belajar merangkak, dia cuma tahu cara berguling2 untuk bergerak… namun tiba2 pada usia 10 bulan dia langsung berdiri dan berjalan meskipun kakinya selalu gemetaran saking mungilnya.

berikutnya keponakanku yang ke 3 adalah seorang perempuan, Zizi. makan melulu, tak pernah mengeluarkan suara kecuali sesekali menangis apabila lapar, pada usia 2 tahun, dia mulai bicara dengan fasih tanpa ada kalimat atau kata yang salah ucap atau cadel. mengagumkan! daya tahan tubuhnya luar biasa meski sering begadang. meskipun usianya baru 6 tahun, namun tubuhnya nyaris seperti ambiya (gendut dan tinggi).

keponakan ke 4 adalah Rafa’atha (4thn) satau-satunya keponakanku yang fasih berbahasa aceh dengan baik, satu2nya yang mendapatkan kemewahan sebagai “anak kampung” yang bebas bermain dengan kambing, ayam, bebek dan pergi ke sawah saat musim tanam dan panen. mungkin karena dia besar di Lhok Nibong, Aceh Timur. dia mulai belajar berjalan pada usia setahun lebih. dahulu bicara baru berjalan.

yang berikutnya adalah Perempuan lagi, Ariefa aka Ibit (3 tahun) bisa berjalan pada usia satu tahun, cengeng dan manja. sering mengeluarkan suara aneh seperti bicara tapi tidak berbentuk kata, sehingga disebut sedang meniru donal bebek. selalu mengundang tawa dengan tingkahnya. meski tidak dibedakan dengan yang lain, tapi aku tahu ibuku lebih sayang padanya daripada cucu yang lain. ada alasan untuk itu.

keponakan ke 6, nona super lengket, usil dan juara menggemaskan… adalah Kamila alias Kimmy alias Kikim (2 tahun). sama pendiam seperti kakaknya (zizi), tidak begitu suka makan tapi doyan buah, duduk sendiri pada usia 5 bulan, umur 9 bulan sudah berdiri dan berjalan sendiri. umur 10 bulan mahir berlari dan berani naik scooter. umur 1,5 tahun meski belum sampai kaki saat mengayuh, dia sudah bisa mengendalikan sepeda dengan baik. baru bisa bicara pada umur 2 tahun. kesayanganku dan sangat manja padaku.

yang ke 7 adalah Adam (1 tahun) baru sebulan lalu bisa berjalan dengan baik. ketika bayi sering mengomel, namun sampai sekarang jarang mengeluarkan suara kecuali bila sedang bercanda dengan ayah dan nyak-nya. agak kurang akrab karena jarang pulang ke rumah nenek. sesekalinya pulang, tidak mudah akrab juga. ada alasan untuk itu.

yang terakhir keponakan yang sudah kuambil hak asuhnya adalah Daud (7 bulan). sekarang dia sudah lancar merangkak ke sana kemari, dengan jeritan dan omelan yang khas sejak berumur 5 hari. panggil namanya, maka dia akan memberimu senyum ramah dan tawa renyahnya. belum bisa duduk, tapi sudah berupaya berdiri sendiri. mengagumkan, sangat.

aku bisa menghabiskan waktu berhari-hari untuk menceritakan segala tingkah laku mereka yang sangat menghibur hati. mereka adalah energi tambahan buatku. setiap kali pulang ke rumah ibuku, aku tidak perlu menelpon kimmy untuk datang, karena dia dengan segenap kemampuannya yang luar biasa, dia bisa mendeteksi kehadiranku. setiap kali pulang, aku menyempatkan diri untuk membawa daud keluar dari rumah bersamaku. ada alasan mengapa dia jarang dibawa keluar dari rumah tanpa kehadiranku.

Gibran dan Zizi adalah pasangan sepupu yang paling menakjubkan. mereka punya banyak cerita bersama, bertengkar dan berdamai, bersaing lalu bernegosiasi. saling meniru bahkan saling menjatuhkan. tapi belajar dari sikap mereka tentu sangat menyenangkan. dengan segala keunikannya, mereka bikin pusing sekaligus senang keluarga kami.20140803_11224920140728_100225IMG_18946446759031020140730_132003

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s