perubahan mengikut usia dan pengalaman

punya kebiasaan mencurigai segala sesuatu dan bertanya tentang segala sesuatu itu bukan hal yang mudah dikendalikan. bertahun-tahun bekerja sebagai penyiar radio spesialisasi talk show, membuatku sering mencurigai narasumber dengan pernyataan-pernyataan yang sekedar menjawab pertanyaan saja. bukan sekali dua kali aku kesulitan mengakses informasi langsung dari para narasumber untuk kasus yang sensitif. tidak jarang, aku harus diberitahu terlebih dahulu bahwa sebaiknya jangan terlalu menyerang narasumber dengan pertanyaan yang sensitif bagi mereka tapi sangat penting bagi masyarakat. misalnya tentang anggaran.

setelah jarang menjadi moderator atau interviewer, dan duduk sebagai narasumber, aku merasa diriku pun hampir terjebak dengan keadaan para narasumber sebelumnya. bisa jadi disebabkan beberapa hal seperti menjaga imej institusi yang aku wakili saat menjadi narasumber, selain itu soal penguasaan terhadap masalah yang ditanyakan. tak jarang, jawabanku malah bikin pewawancaranya frustrasi… hihihihih.

ternyata memang semua ada prosesnya. saat usia masih muda dengan informasi yang sangat banyak dan keingintahuan yang berlebihan, aku sering membuat orang lain kesal. sekarang, aku berusaha untuk tidak membuat orang kesal dengan kecurigaan dan data yang sumbernya kadang tidak valid ditanganku. aku mencoba memahami orang lain dengan lebih baik.

pengalaman dan pengetahuan memang sangat berpengaruh pada cara kita memandang persoalan. semakin banyak pengalaman dan bertambahnya pengetahuan akan membuat kita lebih berhati-hati dalam memilih juga memilah persoalan dan jawaban. pengalaman dan pengetahuan juga mengunci gerak kita dalam menilai segala sesuatu. mudah-mudahan saja kita tidak terbiasa menyepelekan informasi dan data kecil yang dimiliki sebelum menyebarluaskannya kepada orang lain. sebab tidak semua orang bisa membaca dan memahami sesuatu seperti yang kita bisa.

aku ingat seorang kolega di komisi informasi. pengalaman hidupnya yang luar biasa dan kekayaan yang dikuasainya sama sekali tidak membuatku minder. karena aku yakin ada pengalaman yang tidak dimilikinya seperti yang aku miliki. dengan latar belakang kehidupan pas-pasan sebagai anak pegawai negeri sipil yang sudah pensiun dalam keluarga besar dengan beragam masalah, tentu memberiku pengalaman yang berbeda pula dalam menilai situasi dan mengendalikan diri. aku belum berkeluarga, jadi tidak paham bagaimana tanggung jawab seorang perempuan saat dia harus mengurusi keluarga dan pekerjaannya sekaligus, harus sama-sama sukses. aku tidak pernah pergi berlibur, jadi aku tidak tahu bagaimana menikmati liburan bersama keluarga sampai ke luar negeri. atau aku tidak paham bagaimana memilih belanjaan yang bermerek juga.

aku hanya tahu bagaimana harus menyenangkan keluargaku sekedarnya. aku tidak punya pengalaman pergi ke tanah suci, tidak juga punya pengalaman pergi ke luar negeri (meskipun pasporku pernah dipakai untuk pergi ke Timor Leste). aku tidak pernah pergi jauh dengan membiayai diri sendiri. disebabkan pula oleh keterbatasan kemampuanku mengumpulkan uang. anyway, aku tidak iri pada orang2 yang bisa pergi berlibur. aku menahan diriku dari cemburu pada kehebatan orang lain.

sesuatu yang hanya bisa kukendalikan setelah usiaku menjelang 40 tahun dan pertemuan dengan berbagai karakter manusia dalam perjalanan hidupku. aku senang mendengar pengalaman orang lain, termasuk kawanku yang selalu punya target dan selalu memikirkan keluarganya (terutama anak2nya yang 3 orang, perempuan semua). aku cukup bahagia dengan bercerita tentang my baby daud, kimmy dan para keponakanku yang lain. tidak ada pengalaman khusus tentang mengurusi keluarga.

aku sering menerima pertanyaan bahkan nasehat tentang hubunganku. yaa.. tentang pertunanganku yang sudah berjalan 3 tahun dan belum ada kepastian kapan akan berakhir di pelaminan. aku tidak goyah dengan berbagai pendapat orang bhwa seharusnya aku mendesak tunanganku agar segera melamar dan melanjutkan proses ijab kabul kami. aku kesulitan menjelaskan apa yang terjadi karena sesungguhnya aku tidak mau orang terlalu ikut campur dalam urusan pribadiku. aku kesulitan menjelaskan mengapa sampai saat ini aku dan tunanganku belum juga menikah. karena semua orang punya argumentasi dan nasehat yang berbeda sesuai dengan pengalamannya. sedangkan mereka lupa satu hal, setiap manusia itu unik dan punya takdir masing-masing.

aku adalah yang percaya bahwa bila sudah waktunya, maka semua rencana pasti bisa dijalankan sesuai dengan takdirnya. aku percaya bahwa saat ini, menunggu sampai tunanganku siap untuk menikah dengan segala konsekuensinya adalah yang terbaik. pengalaman mengajarkan aku tentang kesabaran, usia mengingatkan aku pada kesempatan yang lebih penting untuk menjadi manusia baik dan bermanfaat ketimbang hanya menikah dan mengurusi keluarga.

yaa.. aku punya banyak rencana seperti halnya tunanganku dan banyak orang lain di dunia ini. semua rencana boleh saja disampaikan atau disimpan dalam dada. yang menentukan pelaksanaan dan waktu rencana tersebut bukanlah kita, manusia. namun hanya ALLAH SWT yang Maha Mengetahui dan Berkehendak atas segala sesuatunya. aku pasrah dan tawakkal. aku berusaha menjadi diriku dan menjaga kehidupanku. belajar dan belajar … mempersiapkan diriku untuk kehidupan yang lebih mulia dari sekedar pencapaian dan pengakuan manusia di dunia ini.

nah, tunanganku sayang…

berusahalah menjadi lebih baik, dengan pengalaman dan pengetahuan yang engkau miliki serta usia yang sudah tidak muda lagi, engkau pasti bisa melewati berbagai rintangan dan tantangan, memanfaatkan berbagai peluang untuk bisa mewujudkan rencanamu menikahiku. aku akan bersabar dan menunggu. perkara itu tentu saja aku sudah mampu mengatasinya dengan usia dan pengalaman yang aku punya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s