Oleh-oleh itu selalu bikin puyeng

Beli Oleh-oleh dalam setiap perjalanan ke luar daerah bukanlah sesuatu yang biasa buatku. karena memang bukan “tukang Belanja”. lebih sering ikut2an belanja oleh2 karena kawan yang mulai. cuma kalau ke jakarta saja aku tak pernah belanja oleh-oleh (gak tau kenapa, tapi kalau ada yang titip belanja buku, seluruh toko buku didatangi).

penyebab utama malas belanja oleh-oleh adalah :

1. duitnya ngga cukup buat belanja sepuasnya

2. malas bawa pulang (otomatis harus beli tas baru dan repot angkutnya saat ke Bandara dan turun dari Pesawat)

3. terlalu banyak yang harus dibeli (punya keluarga besar yang selalu menuntut hak proporsional atas segala sesuatu)

4. tidak kenal selera yang mau dibagi oleh-oleh

5. ngga biasa nawar dan ngga kenal produk yang lumayan bagus sbg oleh-oleh

itu adalah alasan utama setiap kali ke luar daerah. meski demikian, kalau acara dinasnya ke luar daerah selain jakarta. aku tetap menyempatkan diri untuk belanja oleh-oleh (otomatis bukan makanan). siapa yang harus didahulukan dalam membeli oleh-oleh?

1. Kamila alias Kimmy disertai dengan 7 keponakan yang lain dengan ukuran yang bisa berbeda namun item yang sama seperti Kaos atau setelan kemeja lengkap. kalau beli mainan, sepatu atau tas… sepertinya ngga bermanfaat.

2. adek perempuanku yang selama ini hidup bersama denganku di Banda Aceh. apabila tidak mendapatkan jatah oleh-oleh, dia akan manyun dan mengulang kata “apa jugak pigi jaoh-jaoh, ngga ada pun yang dibelikannya untuk kita”…

3. mamak dan bapak, biasanya tidak pernah menuntut, namun bila dibelikan kain sarung, baju atau kain khas dari daerah yang didatangi akan terlihat sangat senang.

4. kakak perempuan, abang, 3 adik perempuan dan 2 adik laki2. untuk mereka cukup belikan kaos atau baju yang mirip2 dan sama. sebab kalau berbeda, ntar aku dituduh pilih kasih.

5. 1 kakak ipar, 3 adik ipar yang tidak pernah peduli dibelikan oleh-oleh atau tidak, namun pasangannya lah yang selalu mengingatkan bahwa yang judulnya keluarga itu bukan cuma yang berbagi darah denganku. meskipun sering aku bingung bagaimana hendak mencarikan oleh-oleh untuk mereka sedangkan aku sama sekali tidak tahu seleranya dan apa yang cocok. demi kedamaian kehidupanku, maka aku akan menyamaratakan pilihan, yaitu KAOS ukuran XL.

6. staf di kantor yang berjumlah 6 orang. waaahh… biasanya kalau berangkat dengan rombongan kantor, kami sering berbagi beban beli oleh2. aku beli yang untuk ceweknya saja dan sisanya diurus oleh yang lain.

7. kawan perempuan dan laki2 yang dekat denganku? Alhamdulillah… aku tidak punya kawan dekat. kawan dekatku adalah saudara2 kandungku itu.

8. Tunangan dan Calon Mertua (calon adik ipar ngga perlu oleh2, cukup dibawain kopi ulee kareng yang rasa Sanger saja dari Banda Aceh)

well… selama bertugas ke Luar Daerah, baru 2 kali aku benera belanja oleh2. yang terakhir adalah dari Lombok, NTB. aku teledor saat belanja oleh-oleh. alhasil, yang kebagian cuma urutan 1, 2, 3 dan 8. yang lainnya tidak bisa terpenuhi karena aku tidak konsentrasi saat memilih oleh-oleh meskipun duit cukup. hal ini disebabkan karena belanjanya mendahului kegiatan. sehingga waktu yang dimiliki sangat sempit dan kurang leluasa. selanjutnya adalah soal tas untuk packingnya yang berukuran kecil. sedangkan aku ngga langsung pulang ke Banda Aceh. masih ada agenda singgah di Pamulang, Tangsel selama 2 hari. membayangkan angkat koper ke Damri tujuan Lebak Bulus, lalu pindah ke Taxi jurusan Pamulang Estat dan sebaliknya saat pulang ke Banda Aceh, langsung pusing anak mudanya.

berasa benar, saat kemarin tiba di kantor (motorku titip di kantor juga) hampir saja aku pusing gimana cara bawa pulang koper yang penuh padat dan berat itu sendirian? meskipun semua teratasi dengan baik, namun aku merasa belanja oleh-oleh itu selalu bikin puyeng sejak membeli sampai menyerahkannya. Lantas? berhenti belanja oleh-oleh? ooohhh… tidak bisa! karena cuma dengan demikian aku bisa menunjukkan perhatianku pada orang-orang istimewa dikehidupanku.

jadi, meskipun bikin puyeng… kalau ada duit dan kesempatan belanja oleh-oleh, tetap akan dilaksanakan!

Advertisements

2 thoughts on “Oleh-oleh itu selalu bikin puyeng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s