Nonton Film

14 – 16 Agustus lalu, aku diminta jadi moderator pemantik diskusi dalam sebuah acara yang digelar di Taman Sari, Kota Banda Aceh. penyelenggaranya adalah anak-anak muda kreatif yang sudah kukenal sejak 7 tahun lampau (ketika mereka masih berseragam putih abu). mereka sebut diri mereka #kotakhitam yang bergerak dengan tujuan kampanye #bioskopuntukaceh.

yaa… sudah lama sekali, sejak syari’at islam berlaku di Aceh (tahun 2002), tidak ada lagi bioskop di Aceh. selama ini kami menonton bersama di warung2 untuk pertandingan sepak bola, di gedung komunitas atau kampus apabila filmnya ada yang sponsori atau di kantor komunitas tikar pandan apabila ada festival film Eropa yang sering kami sebut dengan Bioskop Keliling. Bioskop Keliling ini biasanya berlangsung secara nasional. Aceh selalu dapat giliran meskipun cuma 1-3 hari saja. tapi tontonannya berkualitas.

pada acara Nonton Bareng Gratisan di Kotak Hitam, ada 6 film yang diputar. 5 broken cameras, Jalan Pedang, No Man’s Land, Tjoet Nyak Dhien, One day After Peace dan Cahaya dari Timur, Beta Maluku. jadwal putarnya setiap sore jam 15.30 dan malam jam 19.30. hari pertama dan kedua, setiap selesai sesi pertama ada diskusi tentang film dan tentu saja dikaitkan dengan Aceh. ada konflik, negosiasi dan perdamaian. penontonnya tidak terlalu banyak, kisaran 50-100an saja. namun cukup menyenangkan rasanya melihat animo masyarakat terutama kaum muda. meskipun hujan turun dan bioskop agak tergenang air. menonton bersama tetap menyenangkan.

aku termasuk orang yang skeptis tentang kehadiran Bioskop. aku suka menonton film berkualitas tapi tidak begitu yakin orang lain akan menyukainya karena aku termasuk orang yang rajin ke Bioskop sejak masih muda. mungkin karena saat SD tahun 1982-1988, kami sering disuruh membeli tiket murah dan nonton film massal sepulang sekolah di Bioskop paling bagus di Kota kami, Lhokseumawe. Gedung Bioskop itu sudah menjadi Gedung DPRK Aceh Utara pasca berhenti beroperasi. 

mengapa orang yang suka ke Bioskop malah berpandangan skeptis tentang Bioskop? aku tidak nyaman dengan orang-orang yang memanfaatkan bioskop untuk tujuan lain dalam mencari tempat hiburan selain menikmati tontonannya. aku sebal dengan orang yang menyampah dalam Gedung Bioskop, merokok bahkan melakukan adegan mesum di sana. kata temanku Reza Idria, Bioskop itu sering digunakan sebagai kesempatan mengkhianati kegelapan. benar saja, seolah dalam gelap Tuhan tidak hadir, hanya hantu yang ada. aku tahu ada banyak orang yang senang dengan aktifitas menonton dan tidak kurang banyak juga orang yang senang melakukan aktifitas lain selain menonton dalam Bioskop. 

aku melihat orang-orang tetap asyik masyuk dengan gadgetnya dan sama sekali tidak fokus dengan apa yang tersaji di layar. mungkin karena mereka sudah pernah menontonnya dan merasa bisa nonton sendiri nanti setelah download dari internet. terusss… ngapain kamu ke Bioskop?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s