kesadaran yg tak baru

Hal penting yang selalu harus kita ingat dalam menjalani kehidupan ini adalah NIAT.

kenapa niat?

bahwa dalam pelajaran agama yang pernah kuikuti sejak SD sampai sekarang, aku selalu diingatkan tentang Niat. bahwa sebelum melakukan aktifitas apapun maka harus dimulai dengan Niat, bukan dengan tujuan, apalagi uang. Niat lah yang akan membuat kita tetap pada jalan yang hendak ditempuh, meskipun ada begitu banyak hal menarik yang akan kita temui di sepanjang jalan dan mungkin mengubah tujuan kita.

karena itu aku yakin bahwa apabila Niat telah ditetapkan dan diluruskan maka, hati nurani akan senantiasa mengingatnya sehingga kita bisa terus menerus terjaga. bukan kah sering kali kita sebutkan dalam setiap perbuatan kita bahwa semua ini “karena Allah SWT”? yang berarti semua hal yang kita lakukan itu niatnya adalah menggapai ridah Allah SWT. 

well… mungkin yang berbeda pandangan serta pemahaman tidak setuju dengan pendapatku. lagipula, aku menyampaikan apa yang aku pikirkan berdasarkan apa yang kuketahui, sedangkan masih banyak hal di dunia ini yang aku tidak ketahui dengan jelas dan benar.

kembali ke NIAT. aku melakukan banyak refleksi dalam keseharianku, sering kulakukan sambil mengerjakan aktifitas lain.aku bahkan mencari cara agar bisa menyampaikan niatku pada bayi Daud yang belum bisa mengerti apa-apa selain berusaha melakukan apapun yang dia bisa dan inginkan sesuai usianya. bahwa aku berniat untuk mengadopsinya, mendidiknya menjadi anak yang percaya diri dan bahagia di dunia dan akhirat dengan cara-cara yang aku pahami. aku bacakan padanya Alfatihah setiap ada kesempatan dengan niat agar dia bisa menghafalnya, memahaminya dan terbiasa. Aku mengajak Kamilah naik ke pangkuanku usai shalat dan mengangkat kedua tangannya untuk berdo’a bersamaku. meskipun aku tahu dia tidak paham dengan do’a2 yang kubacakan (belum) dalam bahasa arab. tapi Niatku adalah membiasakannya berdo’a.

selanjutnya, aku sering berpikir tentang pernikahan. aku mencoba menela’ah lebih lanjut tentang niatku untuk menikah dengan Jendral (yang belum kesampaian). aku bahkan nyaris melupakan niat awalku yaitu ibadah. aku sering tergelincir pada keinginan untuk menuntaskan kebutuhan biologisku semata atau kebutuhan untuk memberikan perlindungan pada bayi Daud yang terlahir tanpa melalui sebuah lembaga perkawinan yang sah antara ayah dan ibunya. aku tidak sanggup membayangkan kejamnya kata2 yang akan didengarnya saat dia mulai bisa memahami kata2 nanti. aku percaya Allah SWT akan melindunginya, aku tidak perlu cemaskan tentang hal itu. namun sesekali dalam diriku muncul ketakutan bagaimana hal itu terjadi?

aku berusaha untuk menyerahkan semua hal yang terjadi dan akan terjadi pada kuasa Allah SWT. lain apa yang bisa kulakukan? bukankah semua ini ada dalam KuasaNYA semata. bahkan kesadaran yang timbul dalam dirikupun tidak luput dari KehendakNya. 

karena itu, aku mengambil kesimpulan bahwa Niat untuk menggapai RidhaNya adalah sesuatu hal yang sangat penting dalam kehidupanku. Niat saat mulai bekerja, menerima tawaran aktifitas sampai niat berkomunikasi sekalipun tidak boleh terlepas dari Nya. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s