I am Sorry, Sista

hari ini engkau mengirimiku pesan, minta bantuan untuk printing skripsimu. dan itu adalah permohonan ke sekian dengan alasan yang sama sejak bertahun-tahun lampau. yang anehnya adalah aku tidak pernah melihat wujud benda yang engkau sebut-sebut sedang engkau kerjakan itu. aku berusaha untuk menerima keadaanmu dan tidak peduli bagaimana engkau selalu berdusta selama ini. namun kali ini, aku menolak membantumu begitu saja dan menawarkan pinjaman yang langsung engkau tolak dengan tegas. apa itu sist? harga diri? kemarahan?

tidakkah pernah ada dalam pikiranmu, bagaimana aku bisa menawarkan pinjaman untuk sesuatu yang dengan mudah bisa kuberikan padamu tanpa kau minta sekalipun. mengapa? apakah caramu yang salah atau ada sesuatu yang lain? padahal baru dua hari yang lalu engkau datang ke rumah membawa buah-buahan yang engkau dapatkan dari kebun temanmu.

aku akan mendapat teguran keras dari jendral bila hal ini kuceritakan padanya. karena aku sendiri tidak begitu yakin dengan niatku menolak permohonan bantuan tetapi menawarkan pinjaman. setelah sebelumnya aku menanyakan tentang bagaimana tanggung jawab suami dalam hal ini?

Jendral akan memintaku berpikir bahwa bukan urusanku bagaimana kamu mendapat hukuman dari setiap dusta dan pelanggaran yang telah engkau lakukan. seharusnya aku mengikhlaskan semuanya pada Allah SWT yang akan memberikanmu hikmah dari semua peristiwa dalam hidupmu, sedangkan aku, sebagai manusia seharusnya cukup memberikan bantuan sesuai dengan kemampuanku. bagaimana dengan persoalan tidak ikhlas? tentu saja itu adalah perhitungan yang berbeda, kesempatan berbuat baik pada orang yang sedang membutuhkan tentu saja tidak datang setiap saat, kan?

entah lah… aku benar-benar tidak ingin membantu kamu secara cuma-cuma sekarang. sudah terlalu sering dan aku tidak melihat ada perubahan perilaku pada kalian berdua. suamimu dan kamu sama saja. tidak kulihat usaha kalian untuk lebih dekat pada Allah SWT. aku tidak melihata bagaimana engkau mendekat padaNYA dan kemudian berbicara dengan manis saat memberikan pendapat tentang orang lain. aku seharusnya tidak menilaimu kan? namun aku tidak bisa menahan malu setiap kali melihat tulisanmu. lhoo apa hubungannya?

kesombongan dan keangkuhan yang nyata selalu engkau perlihatkan dari sikap dan caramu berbicara, sista. aku sudah melihat itu bertahun-tahun dan sama sekali tidak bisa berharap banyak dari begitu banyak pengalaman hidup yang sudah kamu alami dan bagaimana kami, keluargamu dibikin kalang kabut menahan diri dari rasa marah. kami menerima engkau. tapi sejujurnya, aku tidak bisa bangga akan dirimu, sista. belum, mungkin.

arrrgghhh… seharusnya aku menyerahkan semuanya pada Allah SWT akan nasibmu, membantumu sebisa dan seikhlas diriku. namun mengapa begitu sulit melakukannya? aku mendo’akanmu berhasil, sist. engkau tidak bisa melihata bagaimana kami berusaha membantumu sebisa mungkin. bagaimana engkau selalu menyakiti dan mengecewakan hati kami dengan ucapan dan tindakanmu itu yang tidak pernah engkau sadari. semoga Allah SWT membuka mata hatimu dan memberikan cahayaNYA dalam kehidupanmu, aamiin.

Maafkan aku Sista, aku tidak memberimu uang meskipun engkau sedang membutuhkannya sekarang. karena aku pikir, kapan engkau tidak pernah membutuhkan uang, sementara engkau dan suamimu terlihat sangat nyaman dengan menerima uang dari keluargamu. padahal engkau tahu. Allah SWT telah membagikan rezeki bagi setiap makhlukNya dengan adil dan sesuai dengan kebutuhannya. engkau dan suamimu sudah saatnya berusaha lebih keras dan lebih baik lagi. mendekatlah padaNya… hindarkan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia. jangan lagi berdusta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s