in my mind

beberapa ha10536650_10152632634004276_400025032_nri lagi, aku akan segera bersama dengan daud my baby boy. hari ini aku memperkenalkannya pada seorang kawan lama yang baru saja melahirkan seorang bocah laki-laki dengan nama yang sangat panjang (dan aku yakini pastilah orang tuanya punya doa dan harapan tertentu terhadap anak itu, seperti halnya aku) 

aku berharap nama yang kuberikan padanya yang berarti cahaya yang terpuji dan tercinta, semoga dia selalu menjadi cahaya bagi setiap orang, selalu melakukan perbuatan yang terpuji dan menjadi yang tercinta, aamiin.

well… aku sebenarnya tidak berniat membicarakan tentang my baby Daud sekarang. aku ingin meluapkan isi kepalaku tentang apa yang terjadi akhir-akhir ini di kehidupanku. soal politik, soal lingkungan sosial, soal keluarga dan pekerjaanku tentu saja.

namun, aku harus mencicil pikir tentang itu semua sebelum menuliskannya di sini. tadi sahur hampir saja aku tidak terbangun karena sangat lelap. meskipun jendral sudah membangunkanku dengan cara mengirimkan sms dan menelpon juga. sedangkan alarm seperti tidak berfungsi, padahal aku mendengarnya cukup nyaring. Astaghfirullah, mungkin aku terlena. 

bisa jadi disebabkan karena sepi yang tiba2 menyergap, setelah 2 hari sebelumnya aku tidur sambil memeluk kamila? betapa bahagianya bisa tidur bersamanya selama 2 malam itu. senang bisa menggodanya dan mendengar celotehnya yang tiada henti sepanjang hari. tak sabar rasanya untuk bertemu lagi dengannya besok lusa.

pasca 22 juli 2014, aku masih menemukan banyak hal yang tidak menyenangkan pada status2 teman2ku yang mendukung pasangan nomor urut 1 yang telah dinyatakan kalah dalam kontestasi politik indonesia. mereka masih belum menerima kenyataan dan mencoba terus menerus mencari cara untuk menghibur diri dengan cara yang tidak menarik hati.

barangkali demikianlah bila kita patah hati atau putus harapan yaa? padahal kan hidup terus berjalan… mengapa harus kecewa dan mengabaikan kenyataan? 

sementara aku belum bisa menghibur dari dari kenyataan bahwa philipp lahm memutuskan berhenti dari karir internasionalnya sehari setelah jerman menjadi juara dunia 2014. aku berusaha untuk mengalihkan perhatianku pada hal-hal lain yang lebih penting.

saatnya shalat asar sekarang, aku lanjutkan lain waktu

 

 

 

 

 

 

My Baby Boy, Daud

aku pikir ini agak mencurigakan, sekaligus membuatku berpikir lebih baik. mudah-mudahan saja semua yang terjadi itu tidak ada kaitannya dan ada hikmah yang dapat dipetik. Insya Allah.

beberapa hari lalu, kakakku yang nomer 2 kehilangan duit. ini bukan yang pertama kalinya dia kehilangan duit dari dompetnya dan di rumah pula lokasinya. sudah berkali-kali dalam jumlah yang tidak sedikit pula (minimal hilang 200rb, pernah sampai 600rb). semua kecurigaan mengarah pada seorang anggota keluarga yang selalu mengelak mengaku. entah karena benar tidak melakukannya atau karena memang benar lihai berdusta. setelah kejadian hilangnya duit tersebut, maka salah seorang adikku nyeletuk “kita bikin bengkok aja tangannya?” yang lain bilang “jangan kita bikin mencret aja”.. aku pikir apapun itu yang penting “kita bikin kapok, dia”.

tak lama berselang, masih dalam hari yang sama, ibu susunya si Daud, merasa ngga enak badan dan akhirnya demam. efeknya adalah my baby boy, Daud lah yang gelisah sepanjang malam. sehingga aku harus mengurungkan niatku nonton siaran langsung semifinal Argentina Vs Belanda demi menungguinya tidur dalam ayunan di ruang tengah. kenapa ngga ditinggal? waahh.. aku salah seorang yang berprinsip bahwa seorang bayi tidak boleh ditinggal tidur sendirian meskipun dia dalam ayunan.

beberapa kali Daud masih bisa tetap menyusu dengan normal meskipun karena dia sering kelaparan yang ditandai dengan geliat tubuhnya dan suara tangisnya yang keras, memasukkan seluruh tangan dalam mulutnya sampai tersedak pula. Alhamdulillah, meskipun ibu susunya sakit, My Baby Boy sama sekali tidak sakit.

tapi hari ini aku dapat telepon dari Emak. mereka terpaksa memberikan My Baby Boy, Daud susu formula bayi. karena ibu susu mengalami masalah pada kelenjar susunya, sehingga payudaranya bengkak dan Daud sama sekali tidak mendapat ASI. apa boleh buat, meskipun aku tidak senang dengan keadaan ini, aku harus menyetujuinya dan sudah pasti harus mengeluarkan biaya tambahan untuk susunya. Insya Allah, aku ikhlas dan mampu memenuhinya sesuai dengan rezeki yang Allah SWT berikan padaku.

aku berpikir tentang hilangnya duit kakakku dengan sakit yang diderita oleh ibu susunya Daud. selama ini semua peristiwa kehilangan duit tersebut selalu mengarahkan tuduhan kepadanya. karena tidak ada yang pernah melihat langsung dan tidak ada bukti yang nyata, maka semata-mata kami berharap pada pengakuan dan berhentinya perilaku buruk tersebut.

tapi, barusan saja aku berpikir tentang keterlibatan salah satu makhluk Tuhan yang sering mendiami rumah muslim di seluruh dunia dari bangsa jin. yaitu jin yang senang mengadu domba dan menimbulkan ketidak harmonisan dalam keluarga sehingga satu sama lain antar anggota keluarga saling curig dan bertikai. mungkin kah makhluk itu lah yang sedang meraja lela dalam rumah kami? wallahu’alam bissawab. aku serahkan semua urusan demikian pada Allah SWT. tugasku adalah berusaha sebaik-baiknya sebagai manusia. saling mencintai sesama keluarga dan menghindarkan mereka semua dari api neraka, Insya Allah.

semoga Allah SWT, memberikan petunjukNya dan menuntun kami di jalan yang lurus. mengangkat derita orang2 yang sakit, membuka mata hati orang-orang yang tersesat, menyehatkan ibu susu Daud dan kedua orang tuaku, menjaga Daud agar dapat tumbuh dengan baik untuk menjadi seorang hafidz dan mujahiddin di jalan Allah SWT, aamiin.

I am Sorry, Sista

hari ini engkau mengirimiku pesan, minta bantuan untuk printing skripsimu. dan itu adalah permohonan ke sekian dengan alasan yang sama sejak bertahun-tahun lampau. yang anehnya adalah aku tidak pernah melihat wujud benda yang engkau sebut-sebut sedang engkau kerjakan itu. aku berusaha untuk menerima keadaanmu dan tidak peduli bagaimana engkau selalu berdusta selama ini. namun kali ini, aku menolak membantumu begitu saja dan menawarkan pinjaman yang langsung engkau tolak dengan tegas. apa itu sist? harga diri? kemarahan?

tidakkah pernah ada dalam pikiranmu, bagaimana aku bisa menawarkan pinjaman untuk sesuatu yang dengan mudah bisa kuberikan padamu tanpa kau minta sekalipun. mengapa? apakah caramu yang salah atau ada sesuatu yang lain? padahal baru dua hari yang lalu engkau datang ke rumah membawa buah-buahan yang engkau dapatkan dari kebun temanmu.

aku akan mendapat teguran keras dari jendral bila hal ini kuceritakan padanya. karena aku sendiri tidak begitu yakin dengan niatku menolak permohonan bantuan tetapi menawarkan pinjaman. setelah sebelumnya aku menanyakan tentang bagaimana tanggung jawab suami dalam hal ini?

Jendral akan memintaku berpikir bahwa bukan urusanku bagaimana kamu mendapat hukuman dari setiap dusta dan pelanggaran yang telah engkau lakukan. seharusnya aku mengikhlaskan semuanya pada Allah SWT yang akan memberikanmu hikmah dari semua peristiwa dalam hidupmu, sedangkan aku, sebagai manusia seharusnya cukup memberikan bantuan sesuai dengan kemampuanku. bagaimana dengan persoalan tidak ikhlas? tentu saja itu adalah perhitungan yang berbeda, kesempatan berbuat baik pada orang yang sedang membutuhkan tentu saja tidak datang setiap saat, kan?

entah lah… aku benar-benar tidak ingin membantu kamu secara cuma-cuma sekarang. sudah terlalu sering dan aku tidak melihat ada perubahan perilaku pada kalian berdua. suamimu dan kamu sama saja. tidak kulihat usaha kalian untuk lebih dekat pada Allah SWT. aku tidak melihata bagaimana engkau mendekat padaNYA dan kemudian berbicara dengan manis saat memberikan pendapat tentang orang lain. aku seharusnya tidak menilaimu kan? namun aku tidak bisa menahan malu setiap kali melihat tulisanmu. lhoo apa hubungannya?

kesombongan dan keangkuhan yang nyata selalu engkau perlihatkan dari sikap dan caramu berbicara, sista. aku sudah melihat itu bertahun-tahun dan sama sekali tidak bisa berharap banyak dari begitu banyak pengalaman hidup yang sudah kamu alami dan bagaimana kami, keluargamu dibikin kalang kabut menahan diri dari rasa marah. kami menerima engkau. tapi sejujurnya, aku tidak bisa bangga akan dirimu, sista. belum, mungkin.

arrrgghhh… seharusnya aku menyerahkan semuanya pada Allah SWT akan nasibmu, membantumu sebisa dan seikhlas diriku. namun mengapa begitu sulit melakukannya? aku mendo’akanmu berhasil, sist. engkau tidak bisa melihata bagaimana kami berusaha membantumu sebisa mungkin. bagaimana engkau selalu menyakiti dan mengecewakan hati kami dengan ucapan dan tindakanmu itu yang tidak pernah engkau sadari. semoga Allah SWT membuka mata hatimu dan memberikan cahayaNYA dalam kehidupanmu, aamiin.

Maafkan aku Sista, aku tidak memberimu uang meskipun engkau sedang membutuhkannya sekarang. karena aku pikir, kapan engkau tidak pernah membutuhkan uang, sementara engkau dan suamimu terlihat sangat nyaman dengan menerima uang dari keluargamu. padahal engkau tahu. Allah SWT telah membagikan rezeki bagi setiap makhlukNya dengan adil dan sesuai dengan kebutuhannya. engkau dan suamimu sudah saatnya berusaha lebih keras dan lebih baik lagi. mendekatlah padaNya… hindarkan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia. jangan lagi berdusta.