Think…

Image

bertahun-tahun

setia padamu

masih saja

engkau cemburu

Advertisements

Aku Malu, sangat!

aku membaca sebuah novel roman masa kini tentang gadis malang namun hebat yang memiliki masa lalu yang kelam. namun dia berusaha menjaga dirinya dengan baik dan jatuh cinta pada seorang laki-laki kaya raya namun punya pengalaman masa lalu yang buruk juga. ketertarikan satu sama lain diawali dengan kontak fisik dan kesalahpahaman. si lelaki tak bisa mengendalikan perasaan dan tubuhnya yang terus menerus tertarik pada sang gadis perawan. sang gadis jatuh cinta tanpa mampu bertahan.

aku menyelesaikan bacaanku sekitar pukul 4 pagi. namun setelahnya aku belum juga bisa tidur. aku berpikir tentang masa laluku. sesuatu yang membuatku sangat malu, sangat malu. aku menyesal tak menjaga diriku dengan baik. aku terbawa nafsu ingin tahu dan syahwatku sendiri. aku membiarkan bahkan kerap mengundang kekasih menyentuhku secara fisik. ciuman dan pelukan mungkin hal yang menyenangkan. lantas mengapa harus disesali?

aku menyesal telah membiarkan diriku disentuh laki-laki yang tidak berhak. Dengan sadar kulakukan, meskipun aku tidak ingat rasanya dengan jelas. yang kurasakan sangat dalam dan menohok jantungku sepanjang pagi ini adalah perasaan malu, bodoh dan menyesal. aku menyesal telah membiarkan abee menyentuhku juga. meskipun aku sangat menginginkannya, namun aku merasa telah berbuat kesalahan yang sangat besar. bagaimana mengatasi perasaan ini?

tidak seharusnya aku membiarkan hasrat seperti itu tersampaikan dan terluahkan begitu saja. aku seperti maju ke medan perang dengan segenap persenjataan lengkap, namun kalah sebab aku tak bisa menahan diri hendak makan buah anggur di markas musuh. aku harus menghentikan semua ini. kesadaran akan kebodohan yang memalukan yang pernah kulakukan dahulu seharusnya mendorongku untuk berhenti dan tidak mengulanginya lagi. bahkan dengan Abee sekalipun. aku dan abee harus bersabar hingga saatnya.

aku harus membicarakannya dengan abee, sebab hubungan ini kan bukan melulu tentang aku. Abee berulang kali mengatakan bahwa dia akan menjagaku seperti dia menjaga dirinya dan tidak pernah lalai sampai hari ini. namun tetap saja abee adalah manusia laki-laki dan aku adalah manusia perempuan, kami adalah cucu para nabi yang selalu dimusuhi syaithan. syaithan maujud dalam perasaan kami terhadap satu sama lain ketika berdekatan.

kupikir, sebesar apapun rasa rinduku pada Abee, aku sebaiknya tidak berpikir untuk bertemu abee sementara waktu sampai tiba saatnya ijab kabul. Insya Allah.