untuk A

Dear A…

Bagi orang lain mungkin kamu tidaklah menyenangkan untuk dijadikan teman, tapi aku tahu sedikit banyak bahwa engkau punya banyak teman sebab engkau senang berteman dan pandai dalam berkomunikasi. hanya saja sering engkau berkomentar sinis dan orang tak mudah paham apa maksudmu. aku sadari itu setelah bertahun-tahun bicara denganmu dan terkadang masih saja engkau tak mudah kupahami.

adalah kepribadianmu yang menyenangkan itu yang membuatku selalu berusaha dan belajar lebih banyak untuk memahamimu. engkau yang tidak nyaman dengan keberanianku yang berlebihan dalam mengungkapkan isi pikir atau kebiasaanku untuk menunjukkan reaksi terhadap apapun kejadian dan pernyataan tanpa memberi waktu pada pikirku untuk mencerna informasi yang kudapat secara visual atau non visual.

aku mungkin tidak mencintaimu seperti engkau mencintaiku. bisa jadi karena aku adalah seorang perempuan yang “moody” dan terlalu senang karena tahu engkau mencintaiku. aku juga tahu engkau yang begitu bahagia saat aku menyetujui keinginanmu untuk menjadi pasanganku meskipun pada saat itu aku sama sekali tidak pernah berpikir komitmen kita akan berjalan sampai bertahun-tahun lamanya. aku kenali diriku sebagai pembosan yang setia. aku mungkin bosan pada sesuatu termasuk pada seseorang, tapi aku selalu berusaha setia padanya sampai aku punya cukup alasan untuk meninggalkannya sebab sudah kutemui sesuatu atau seseorang yang tidak membosankan untuk sementara waktu.

seiring waktu, ternyata cintaku bertumbuh. aku menyayangi engkau seperti aku menyayangi diriku sendiri. aku menyukai kecemburuan yang tidak engkau sembunyikan bahkan dengan tegas engkau berani menyerangku dengan “muak” apabila engkau salah paham pada ungkapanku. yaaa.. kecemburuan yang mengikat hatiku. orang boleh takut pada “posesifitas” namun aku menyukainya sangat saat aku tahu posesifitasmu ada alasannya. engkau mencintaiku. manalah ada orang mencintai seseorang dengan tujuan menyakiti. sejauh yang aku terima dan sadari, aku lah yang sering menyakiti hatimu sebab aku ingin tahu apakah yang berubah dalma perjalanan waktu itu. aku tak berhak dan sangat tidak pantas melakukannya, aku sadar. namun kebiasaan itu memang sulit dihentikan. aku sangat berharap, saatnya nanti ketika kepastian adalah satu-satunya yang jelas diantara kita, aku berhenti menyakitimu dan hanya memberimu cinta yang sebenarnya.

–so many things to write, but i’m sleepy–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s