Risau

ini sama judulnya dengan lagu atiek cb memang. tapi isinya ngga harus sama lah…

tapi risau ini disebabkan oleh banyak hal yang ada dipikiran. kerisauan yang tidak menjadi kegalauan. sebab kata “galau” sekarang lebih cenderung berkonotasi negatif akan perasaan yang membuahkan suatu keadaan hingga tingkat dimana dapat mempengaruhi orang lain secara negatif.

kerisauan ini semata disebabkan keraguan yang muncul dalam hati akibat tiadanya rasa percaya diri. tiadanya rasa percaya diri itu semata disebabkan oleh kurangnya pengetahuan akan segala sesuatu atau sesuatu secara spesifik.

well… aku rasa, kerisauanku itu pasti ada hubungannya dengan kondisi demikian. tidak perlu jauh berpikir, beberapa hari lalu ada sidang sengketa informasi, aku berbeda pendapat dengan ketua majelis, tetapi karena aku tidak memiliki dasar argumen yang tepat untuk mempertahankan pendapatku, maka aku mengikut saja keputusan sang ketua. akibatnya, aku merasa risau. aku berpikir bahwa akan ada efek samping yang negatif terhadap keputusan kami itu. dan setelah beberapa hari berlalu.. ternyata kerisauanku tidak terbukti sama sekali.

 

aku jadi ingat nasihat sang jendral. jangan pernah ragu, sebab ragu-ragu itu adalah langkahnya setan.

Advertisements

Another wall to break

aku belum sempat nulis tentang ini, baru judulnya saja. Jadi bingung sendiri, ide awalnya apa yaa? sehingga harus bikin judul yang demikian itu? sepertinya sih ada hubungannya dengan pekerjaan. iyaaa kayaknya yaa? soalnya ini judul kan sudah mulai ada sejak 27 maret 2013. waaahh hampir setahun yang lalu. kalau ditengok dari judul yang hampir mirip2 dengan judul lagunya Pink Floyd, mustilah ada hubungannya dengans sesuatu yang harus diterobos sebab ada masalah genting. atau bisa jadi ini adalah judul yang aku buat dengan tujuan memotivasi diri agar mau melakukan perubahan yang revolusioner dan signifikan pada sikap dan gayaku selama ini. maaf, bukan penampilan fisik yang dituju melainkan mental dan kebiasaan yang kurang menguntungkan seperti “nyolot” dan “plin-plan”. hmmm… mustinya bisa jadi resolusi ini judul yaa? tapi bagaimana hendak dikata… sudah lupa maksudnya. ntar deh, aku buka-buka catatan harian kerjaku, mana tahu ada informasi penting yang bisa disampaikan disini terkait judul tersebut. aargghhh.. ini ngga penting banget deh.

Perdebatan

yang paling aku senangi saat bertugas sebagai Komisioner Komisi Informasi Aceh adalah kebiasaan kami memperdebatkan segala sesuatu. tak ada keraguan diantara kami untuk saling mengadu argumen dan memperjuangkan pendapat sesuai dengan dasar-dasar hukum yang kami ketahui. lebih menarik lagi adalah ketika kami saling menerima perbedaan dan mengakui salah satu pendapat lebih layak untuk dipergunakan.

hari ini, senin 17 Februari 2014

kami berdebat tentang keputusan pada kasus sengketa informasi publik yang ke 11 selama satu setengah tahun bertugas sebagai komisioner. tanpa dasar argumen yang jelas, aku berpendapat bahw informasi yang dinyatakan oleh Termohon sebagai rahasia itu adalah informasi terbuka yang apabila diperoleh oleh pemohon informasi publik, maka akan sangat berguna dalam proses pengawasan pembangunan Aceh oleh masyarakat. sehingga pengawasan yang baik ini dapat mencegah terjadinya korupsi.

bukankah itu yang kita idam-idamkan terjadi di negeri ini?

keterbukaan informasi untuk mencegah korupsi.

untuk A

Dear A…

Bagi orang lain mungkin kamu tidaklah menyenangkan untuk dijadikan teman, tapi aku tahu sedikit banyak bahwa engkau punya banyak teman sebab engkau senang berteman dan pandai dalam berkomunikasi. hanya saja sering engkau berkomentar sinis dan orang tak mudah paham apa maksudmu. aku sadari itu setelah bertahun-tahun bicara denganmu dan terkadang masih saja engkau tak mudah kupahami.

adalah kepribadianmu yang menyenangkan itu yang membuatku selalu berusaha dan belajar lebih banyak untuk memahamimu. engkau yang tidak nyaman dengan keberanianku yang berlebihan dalam mengungkapkan isi pikir atau kebiasaanku untuk menunjukkan reaksi terhadap apapun kejadian dan pernyataan tanpa memberi waktu pada pikirku untuk mencerna informasi yang kudapat secara visual atau non visual.

aku mungkin tidak mencintaimu seperti engkau mencintaiku. bisa jadi karena aku adalah seorang perempuan yang “moody” dan terlalu senang karena tahu engkau mencintaiku. aku juga tahu engkau yang begitu bahagia saat aku menyetujui keinginanmu untuk menjadi pasanganku meskipun pada saat itu aku sama sekali tidak pernah berpikir komitmen kita akan berjalan sampai bertahun-tahun lamanya. aku kenali diriku sebagai pembosan yang setia. aku mungkin bosan pada sesuatu termasuk pada seseorang, tapi aku selalu berusaha setia padanya sampai aku punya cukup alasan untuk meninggalkannya sebab sudah kutemui sesuatu atau seseorang yang tidak membosankan untuk sementara waktu.

seiring waktu, ternyata cintaku bertumbuh. aku menyayangi engkau seperti aku menyayangi diriku sendiri. aku menyukai kecemburuan yang tidak engkau sembunyikan bahkan dengan tegas engkau berani menyerangku dengan “muak” apabila engkau salah paham pada ungkapanku. yaaa.. kecemburuan yang mengikat hatiku. orang boleh takut pada “posesifitas” namun aku menyukainya sangat saat aku tahu posesifitasmu ada alasannya. engkau mencintaiku. manalah ada orang mencintai seseorang dengan tujuan menyakiti. sejauh yang aku terima dan sadari, aku lah yang sering menyakiti hatimu sebab aku ingin tahu apakah yang berubah dalma perjalanan waktu itu. aku tak berhak dan sangat tidak pantas melakukannya, aku sadar. namun kebiasaan itu memang sulit dihentikan. aku sangat berharap, saatnya nanti ketika kepastian adalah satu-satunya yang jelas diantara kita, aku berhenti menyakitimu dan hanya memberimu cinta yang sebenarnya.

–so many things to write, but i’m sleepy–