Mengelola Orang Sulit

Karena mereka bisa jadi ada di sekitar kita, atau bahkan kita juga termasuk dalam kategori orang-orang sulit itu, tidak ada salahnya pabila kita mengetahui apa yang harus kita lakukan saat berhadapan dengan mereka. tulisan ini saya sarikan dari tabloid Aura, edisinya lupa tapi publishnya sekitar tahun 2006.

Mengapa saya menuliskan tentang Hard People? sekali waktu saya melakukan introspeksi diri, betapa saya sering kali membuat seseorang bingung dengan pernyataan-pernyataan saya yang membingungkan dan masuk dalam kategori menyakitkan (meski tak mau diakuinya, karena memang orang yang satu ini sangat pengertian dan pintar menyembunyikan perasaannya). selain itu saya juga berhadapan dengan orang-orang sulit hampir di sepanjang waktu kehidupan saya, langsung maupun tidak langsung.

Baiklah, tanpa banyak curhatan lagi, beginilah caranya kita mengatasi orang sulit itu (anda bisa memodifikasi berdasarkan pengalaman masing-masing):

  • Jaga Jarak : ciptakan jarak antara anda dgn mereka (walau itu berarti anda harus meninggalkan tempat yang anda senangi)
  • Terus berpikir : cari apa yang sesungguhnya terjadi, karena sering kali masalah berbeda dengan yang terlihat
  • Percaya pada insting : jika merasakan sesuatu yang sulit tentang seseorang, kemungkinan anda benar
  • Hindari keterlibatan : orang sulit dapat menyedot anda ke dalam dunianya dan menarik anda ke bawah bersamanya. membuat anda merasa bersalah jika tidak membantu. maka, tetaplah bertahan
  • Hindari provokasi : tidak peduli seperti apapun gangguannya, usahakan tetap tenang. jika anda direndahkan, jangan balas! karena itu perbuatan kekanakan, pertahankan diri dengan penuh percaya diri, jangan balas dendam setelahnya.
  • Berterus terang : terutama pada diri sendiri, kadang kita harus mengatasi mereka dengan cara halus, terutama jika ada ancaman kekerasan. tapi bicara sedikit terus terang kadang bisa berhasil. jangan bersikap defensif, tapi tenang dan tegas
  • Jangan menyalahkan diri sendiri : jika terlibat dengan mereka dan tak bisa melepaskan diri, jangan menyerang diri sendiri karena telah bersikap naif atau merasa seharusnya mengenal mereka lebih baik. gunakan pengalaman untuk melindungi diri sendiri
  • Coba dan mengerti : jika seseorang sulit, itu karena mereka punya masalah. bukan untuk memaafkan mereka, tapi sedikit pengertian bisa mendatangkan hasil yang lebih baik. ada yang punya masalah mental, emosional dan butuh bantuan medis. berbelas kasih lah pada mereka.
  • Bertanggung jawab : tapi hanya pada diri sendiri, orang sulit mencoba membuat anda bertanggung jawab pada mereka, menyalahkan dan mencoba mempermalukan anda. jangan biarkan mereka lakukan itu pada anda.
  • Lindungi diri sendiri : belajar ilmu bela diri, bangun batasan emosional, baca buku membantu diri sendiri, lakukan latihan membangun rasa percaya diri. jadilah sahabat baik untuk diri sendiri.
  • Menjadi waspada : hati-hati jika anda terus berkisar di seputar orang-orang sulit. anda bisa menciptakan masalah untuk diri sendiri. kadangkala, orang-orang itu mengingatkan kita akan orang tua dan kekasih dan sebagainya yang sulit.
  • jujur : apakah anda sulit untuk diri sendiri? jika ya. anda mungkin mencari orang sulit untuk membuat diri anda merasa lebih baik (dan anda akan seperti orang baik)

begitulah, meski tidak begitu jelas caranya kan? tetapi sebaiknya gunakan kecerdasan dan logika serta perasaan anda sebagai manusia yang humanis menyikapinya, semoga bermanfaat.

*dipublish ulang dari mp* 7 Maret 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s