3 hari

Beberapa hari belakangan, Jendral bicara soal bagaimana mengurus administrasi untuk menuju ijab kabul di KUA, starting from Kelurahan. dan kemarin dia menuju kantor Lurah untuk menanyakan prosedurnya. Dapatlah informasi bahwa formulir yang harus diisi dan dibuat itu namanya Formulir D4 yang proses pengurusan surat pengantarnya dari RT lalu RW terus Lurah dan akhirnya ke KUA setempat sebelum dibawa ke KUA pasangannya.

saat dia menjelaskan itu, aku malah tertawa dan menanyakan untuk apa dia buru-buru urus itu, memangnya mau kemana? meskipun sebenarnya senang karena jendral mulai menunjukkan keseriusan tingkat tingginya, namun sebenarnya dalam hati aku merasa bahwa kali ini pun dia tidak akan memaksa diri untuk segera mewujudkannya. kenapa? ini bukan pertama kalinya dia merencanakan sesuatu tentang hubungan kami dan akhirnya hanya akan jadi bahan cerita saja buatku. apakah aku sama sekali tidak yakin jendral mampu mewujudkan keinginan itu?. sulit untuk menjawabnya ketika suara hatiku menyatakan aku tidak ingin buru-buru menikah karena ada banyak hal yang belum kami tuntaskan.hmm.. sebenarnya aku memang merasa belum siap saja hidup bersama jendral dalam kondisi dimana aku tidak tahu bagaimana dia akan memenuhi kebutuhan hidup kami.

ketakutan yang sama sekali tidak perlu ketika aku sudah menyatakan percaya bahwa dia laki-laki yang bertanggung jawab dan baik hati, mengerti benar keadaanku, mengerti benar bagaimana kodrat seorang laki-laki dalam rumah tangga. yang kurasakan setiap kali berpikir bahwa ijab kabul itu akan segera tiba saatnya, kepalaku langsung puyeng memikirkan hal-hal yang sifatnya cuma aksesoris. seperti bagaimana dengan tempat tinggal? bagaimana dengan biaya pesta? bagaimana dengan pakaiannya? bagaimana setelah itu? waaahh.. langsung berkabut mataku kalau sudah memikirkannya. aku tidak bisa membicarakan soal kecemasan itu pada jendral. kenapa? karena menurutnya itu tidak krusial dan bukan hal penting untuk dijadikan bahan obrolan.

sesungguhnya aku sulit mengungkapkan ketakutan itu. karena itu aku tertawakan apa yg sudah dilakukannya terkait formulir D4 itu. kemudian jendral marah dan bete. sebagai upaya mendapat permaafan, aku menanyakan apa yang harus kulakukan apabila dia merasa tidak suka pada sikap dan reaksiku lain kali. dijawabnya, diam dan jangan banyak bertanya selama 3 hari.

baiklah, aku akan ingat itu. karena sekarang posisinya kita masih berjauhan, tidaklah sulit bagiku untuk menahan diri agar tidak menghubungi atau mencarinya selama 3 hari kedepan, kecuali dia yang memulai percakapan. tapi bagaimana nanti bila sudah berumah tangga? apakah dia akan menghilang selama 3 hari atau aku yang akan menghilang selama 3 hari juga?

semoga bisa berjalan lancar saja upaya kami untuk segera menuju ijab kabul dan saling menerima satu sama lain lebih dan kurang. aamiin

Rabu, 30 Januari 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s