bad and sad news

sudah beberapa minggu terakhir memang kutemukan keanehan dalam status yang dibuat oleh seorang kawan dekat yang kukenal sangat cerdas dan kuat. yang tak ubahnya seperti adik bagiku. aku sama sekali tidak memperhatikan apa sebenarnya pesan yang ingin disampaikannya. padahal mengumbar status tentang suasana hati dan perasaan pribadi apalagi menyerang secara terbuka orang-orang tertentu bukanlah kebiasaannya.

Tapi hari ini, aku mendapatkanberita dari kakak kandungnya, seminggu menjelang ulang tahunnya yang ke 33, aku nyaris menangis membacanya. kalau saja aku tidak bisa menahan kemarahanku, mungkin aku sudah secara terbuka ikut menyerang dan mencaci maki sambil tak segan menguraikan air mata. yg ingin kulakukan adalah menginjak muka iblis yang menyakiti adik-ku itu.

apa bisa kukatakan? apa bisa kulakukan? iblis itu pilihan hatinya, dia memutuskan menikahi iblis itu tanpa mempertimbangkan perasaan dan pendapat orang lain seperti orang tua dan saudara-saudaranya. aku sadar, betapa gatal mulut dan hati orang-orang untuk segera menuding, menyalahkan dan membuatnya tersakiti oleh perbuatan dan pilihannya sendiri. betapa kejamnya …. bila kita harus menerima sakit badan dan ditambah lagi sakit hati karena dipersalahkan padahal sedang berada dalam kondisi tersakiti. Alhamdulillah, kami berhasil menahan diri untuk tidak menambah parah situasi batinnya.

arrrgghhh… kawanku pernah dipukuli dan ditendang sampai pingsan karena tahu suaminya pacaran lagi dengan perempuan seklub motornya, dan sekarang dia malah hidup bersama janda beranak dua. aduuhh perempuan, bagaimana bisa engkau sebodoh itu? apa yang membuatmu mudah keliru menilai laki-laki? aku.. aku jadi ketakutan dan selalu berpikir bahwa tidak ada gunanya memaksa diri untuk segera menikah dgn alasan apapun. apakah karena desakan lingkungan dan orang tua, apalagi desakan kebutuhan biologis dan keinginan segera bergantung secara tidak mandiri pada laki-laki.

kawanku ini, tidak butuh laki-laki untuk menjamin keamanan finansialnya sejak awal. karena yang aku tahu, dia adalah perempuan dengan kecerdasan diatas rata-rata dan mampu mengelola penghasilannya dengan baik sehingga tidak pernah kekurangan dan selalu bisa membagi untuk orang lain pula. hanya saja mungkin dia memang kurang beruntung saat memilih laki-laki. bukan sekali dua dia disakiti oleh laki-laki. tapi yang kali ini, aku pikir ini sudah keterlaluan. betapa banyak pengorbanan yang sudah dilakukannya, namun dia tetap menjadi korban.

so sad to hear that bad news…tidak selamanya perempuan cerdas dan berkualitas mampu membuat pilihan yang bagus untuk hatinya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s