resolusi atau whislist?

Jadi lupa sebenarnya ini tulisan tentang apa…

kalau dilihat dari judulnya, sepertinya itu ada hubungannya dengan perubahan angka tahun ini dan beberapa rencana yang sedang dipikirkan. karena terbiasa menuliskan apa yang aku inginkan dimana saja ada kesempatan dan mudah diakses selain buku diary dan jurnal harian, aku suka menuliskan keinginan dan isi pikirku di blog seperti ini.

well.. let’s see!

beberapa waktu lalu aku menyatakan keinginan punya galaxy note 2 pada jendral yang disambut dengan senyum dan kalimat Insya Allah seperti biasanya. meskipun jauh didalam hatinya dia ingin mewujudkan keinginan itu, tapi aku mengerti benar bahwa itu tidak akan terjadi. lagipula, setiap kali aku menyampaikan keinginanku padanya, itu bukan berarti aku berharap benar bahwa dia akan mewujudkannya. tentu saja aku harus begitu padanya, karena jendral kan tidak Maha Kuasa seperti Allah SWT. karena itu, aku hanya menyampaikan keinginan semuku pada manusia atau media sedangkan keinginan yang sebenarnya aku sampaikan hanya pada Yang Maha Memberi dan Maha Memenuhi keinginan manusia.

anyway, kalau samsung galaxy note 2 masuk dalam kategori wishlist karena itu barang yang bisa dibeli apabila kita sudah memiliki uang, maka bagaimana dengan ijab kabul? apakah itu masuk kategori whislist? hehehehe.. banyak orang bilang siy itu masuk kategori resolusi atas kesepian dan kejenuhan hidup sendiri. lhoooo?? kok bisa ijab kabul resolusi atas hal demikian?

aku bilang, ijab kabul itu juga adalah wishlist lah.. soalnya kan itu tujuannya untuk beribadah, bedanya hal tersebut tidak bisa dibeli dengan uang namun membutuhkan banyak uang untuk mewujudkannya. selama ini yang jadi kendala terlaksananya keinginan satu itu adalah soal finansial kok. secara umum, aku dan sang jendral belum punya persiapan materi untuk menikah selain keinginan dan rencana saja.

jadi sebaiknya untuk tahun 2013 ini menikah tidak boleh menjadi target utama tetapi hanya target sambilan saja. soalnya ada banyak hal lain yang harus diperhatikan, seperti memperbaiki kualitas diri dalam beribadah dan bekerja. meningkatkan rasa kepercayaan dan pengetahuan diri akan bidang kerja dan mengubah kebiasaan buruk seperti malas dan suka menunda pekerjaan sedemikian rupa, agar menjadi lebih profesional dan bersemangat!!

sekian dan terima kasih…*lhoooo???***

senin, 7 Januari 2012

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s